Aktivis Kampus Berbasis Kompetensi


 index

images

       Jum’at tanggal 19 juli 2013 kemarin saya menghadiri kegiatan buka bersama dan temu tokoh di mana bapak M. Shahibul Iman wakil DPR RI dan Ridwansyah Yusuf Achmad Presiden KM ITB periode 2009-2010 menjadi pembicara pada acara ini. Bapak M. Shahibul Iman menyampaikan materi mengenai Aktivis Kampus Berbasis Kompetensi, sedangkan Ridwansyah Yusuf Achmad menyampaikan materi mengenai Bertebar dan Belajar di Dunia.

       Pada acara ini bapak M. Shahibul Iman memberikan pembuka, di mana ia menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang memasuki abad Innovation based Competition, di mana abad ini akan menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk bisa lebih berinovasi apalagi tahun 2015 mendatang indonesia akan menjadi borderless country, negara-negara di ASEAN akan dengan bebasnya datang ke Indonesia dan bersaing dengan penduduk lokal untuk berinovasi di berbagai bidang, konsekuensinya adalah bila bangsa indonesia tidak mampu bersaing maka mereka tidak bisa survive di negara mereka sendiri, maka pada pembicaraan kali ini bapak M. Shahibul Iman menyampaikan 5 poin penting agar kita bisa menjadi seorang aktivis yang berkompetensi, pertama Academic Excellent, beliau menyampaikan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia, khususnya para penerus bangsa harus memiliki sifat Academic Excellent ini, maksudnya adalah kita tidak boleh merasa puas dengan prestasi akademik yang kita raih, karena kita tidak tahu akan sejauh mana persaingan di dunia ini, terlalu banyak orang cerdas dan hebat di dunia ini, namun masih belum cukup banyak, apalagi di negeri kita tercinta ini, dan setidaknya kita tidak bisa dibodohi oleh orang asing dan kita tahu solusi yang terbaik dalam menghadapi permasalahan abad ini, selain itu, kenyataanya sebagian besar orang yang pintar dan memiliki pretasi akademik yang luar biasa mampu mengembangkan berbagai inovasi, agresif di bidang akademik bagi saya adalah hal yang baik, selama itu tidak berlebihan (lebay), karena semuanya itu akan memberikan manfaat yang positif terutama untuk masa depan kita, dan orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya beberapa derajat oleh Allah swt. Kedua, scientific discourse, maksudnya kita harus menjadi pribadi yang mampu mengungkapkan gagasan dan berani menyampaikanya, percuma bila banyak konsep yang hebat di pikiran kita namun kita tidak mampu dan berani mengungkapkanya, karena hal ini akan sangat penting bagi suatu persaingan, bila kita tidak bisa mengungkapkannya kita akan kehilangan kesempatan emas, selain itu bapak M. Shahibul Iman juuga berpesan kita sebagai generasi muda harus membiasakan diri berdiskusi dan JANGAN TAKUT SALAH, orang lain cenderung akan lupa dengan kesalahan yang kita lakukan pada saat masa muda dibandingkan kita sudah tua dan sukses nanti, untuk itu lakukanlah apapun yang menurut kamu baik, tidak perlu takut salah, sekali lagi, kesempatan tidak datang dua kali. Ketiga, Carrier path and Networking, ini bagian yang tidak kalah pentingnya, kita sabagai generasi muda penerus bangsa harus sudah mempunya arah karir kita dari saat ini, dan kita harus sudah membangun jaringan dari saat ini, sesuaikan karier kita dengan apa yang indonesia butuhkan dan kita cintai, bapak M. Shahibul Iman mengungkapkan bahwa sektor yang paling dibutuhkan indonesia saat ini adalah di bidang entrepreneur, tidak lupa entrepreneur disini harus memiliki nilai yang cukup inovatif dan mampu bersaing (competitive), selain itu di awal beliau juga menyatakan bahwa inovasi yang bernilai itu memiliki tiga poin utama, yaitu bersifat baru (novelty),  memiliki langkah yang inventif (inventive step), dan dapat dimanufaktur (applicable to industry). Sedangkan jaringan akan sangat dibutuhkan dan kita tidak bisa mengenyampingkan hal tersebut sedikitpun. Keempat, socio political engagement, maksudnya adalah sebagai generasi muda indonesia kita harus mengetahui realitas masyarakat saat ini, khususnya para mahasiswa, kita tidak boleh buta dengan politik, setidaknya kita tidak akan ditipu oleh pemerintah, jangan sampai para pejabat pemerintahan memperdayakan mahasiswa berdasarkan kepentingan politik dan kekuasaan semata, tapi mahasiswa haruslah bergerak melindungi kebutuhan rakyat dengan berusaha terlibat di bidang politik dengan kesadaran sendiri dan demi kepentingan rakyat Indonesia. Kelima, Harus tetap berpegang teguh pada agama, pada tuhan, karena ini inti dari semuanya, untuk apa kita bersusah payah memperjuangkan negeri ini kalau bukan karena niat kita yang tulus? semua ini kita lakukan karena Allah, jangan sampai arus yang ada menjerumuska kita dan melupakan tujuan awal kita. Percaya dan serahkan semuanya pada Allah, kita umat beragama, dan kita harus yakin akan keterlibatan-Nya dalam setiap langkah kita, sekecil apapun itu. Untuk berpegang teguh pada agma, banyak metodenya, dan yakinlah kita bisa istiqomah.

       Pada tulisan ini saya hanya menyampaikan materi yang diberikan oleh Bapak m. Shahibul Iman, mungkin mengenai materi yang disampaikan oleh Ridwansyah Yusuf Achmad akan saya post ditulisan berilutnya. semoga bermanfaat, terimakasih.

                                                                                                                   -Best regards ghina-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s