Cukuplah Memendamnya Sendiri


Memendam masalah sendirian itu awalnya gak tahan, gak tahan pengen curhat, gak tahan pengen cerita, ya ke temen, ya ke orang tua, ya ke media sosial, nyebelin pokoknya hati rasanya sakiiit,hahaha. Tapi ternyata, saat berhasil memendamnya sendirian, ada rasa bangga tersendiri setelah masalah itu selesai, ada apresiasi tersendiri, ada seseorang yang mengatakan bahwa “Kamu hebat!”, sambil berdiri di depan cermin.

Sendiri bukan berarti benar2 sendiri, ingat masih ada yang maha pengasih dan maha penyayang, Dia yang menyelesaikan masalah kita, Dia yang memberikan kita kesempatan utk tetap berusaha untuk memilih hidup bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s